Saat ini bagi sebagian orang koneksi internet tentu sudah menjadi
suatu kebutuhan yang tidak bisa lagi dikesampingkan. Mungkin juga
termasuk anda, internet sudah menjadi bagian dari hidup. Karena dengan
internet kita bisa menemukan apapun yang ingin kita cari, apalagi bagi
anda yang profesinya berhubungan dengan internet. Tapi pernahkan anda
memperhatikan hal-hal kecil yang mungkin selalu anda lakukan ketika koneksi internet lemot,
tanpa panjang lebar, berikut adalah hal-hal atau aktivitas kecil yang
seringkali dilakukan ketika sedang menghadapi koneksi internet yang
lambat.
Ngobrol. Jika anda kebetulan sedang tidak sendiri,
sambil menunggu proses loading selesai, saya yakin anda akan mengajak
orang disebelah anda untuk mengobrol. Yah, walaupun akan terlihat
seperti maho dan juga ntah ngobrolin apa, tapi secara tidak
sadar, minimal anda akan berkata, “Terpaksa sabar, koneksi lagi lemot
nih..!”, “Aduhh, ngomong-ngomong bagi rokok lo donk..”, bla bla bla.
Nyanyi. Jika anda kebetulan memang sedang
menghidupkan pemutar musik, maka secara tidak disadari anda akan terpaku
untuk mendengarkan musik, atau bahkan ikut bernyanyi. Tetapi jika tidak
ada musik, anda pun akan menyanyikan sebuah lagu kesukaan, atau bisa
jadi, lagu penghinaan terhadap koneksi anda yang lemot
Menggerakkan anggota tubuh. Rasanya memang tidak terkesan seperti kamarku seluas duniaku.
Ketok-ketok meja, memainkan jari-jari di atas meja, mengusap rambut,
garuk-garuk kepala, dsb. Intinya, jika biasanya jari digunakan untuk
mencet keyboard, namun ketika kita sedang berhadapan dengan koneksi yang
lemot, jari-jari / tangan akan digunakan untuk melakukan hal aktif
lainnya seperti contoh di atas.
Membuka folder. Ini biasanya kalau proses loadingnya
sudah benar-benar menuntut kesabaran kita. Proses loading yang lambat
memang bukan berarti kesalahan koneksi internet anda, karena bisa jadi
server website yang sedang anda tuju kebetulan sedang bermasalah,
sehingga loadinya lama dan ujung-ujungnya koneksi
deh yang disalahkan. Tapi menurut saya, itu masih jarang terjadi,
justru kebalikannya yang sering terjadi. Sampai-sampai, menunggu proses
loading selesai, secara tidak sadar anda sebenarnya telah membuka
berbagai folder di komputer / laptop anda sekedar pengganti aktivitas
dalam proses menunggu.
4 hal di atas adalah aktivitas yang biasanya seringkali dilakukan ketikamenghadapi koneksi internet yang lambat. Tapi perlu di garis bawahi, aktivitas di atas tidak bersifat mutlak. Karena setiap orang memiliki kebiasaan yang berbeda-beda.
Bagi saya, rasanya masih sulit untuk menemukan koneksi internet yang bisa diandalkan.
Ntah kenapa begitu nggak tahu juga nih, mungkin kurang pengalaman kali
ya, atau emang kurang gede keluar duitnya kali nih. Cerdas memilih
koneksi internet yang sesuai dengan kebutuhan mirip seperti postingan
saya 15 tahun sebelum masehi kemarin dalam memilih operator. Kalau pilih yang gratis harus terima apa adanya, kalau milih yang murah
nggak sesuai sama kebutuhan, pilih yang menengah kadang angin-anginan
kualitasnya, pilih yang mahal nggak kuat sama kantong.
Monitor tidak menampilkan gambar sama sekali atau blank biasanya terjadi akibat kerusakan pada VGA card atau komponen dari monitor itu sendiri. Berikut langkah-langkah praktis untuk memeriksa dan memperbaiki monitor blank.
1. Periksa kabel penghubung monitor yang menuju ke VGA card, periksa dengan baik apakah kabel telah terpasang dengan benar.
2. Periksa VGA Card yang terpasang pada motherboard, caranya sebagai berikut.
* Shutdown komputer anda untuk menjaga agar tidak terjadi kerusakan pada sistem operasinya.
* Lepaskan semua kabel yang terhubung dengan prosesor, guna mencegah agar tidak terjadi hubungan singkat pada sistem operasi komputer.
* Lepaskan penutup casing dan periksa VGA Card yang terpasang pada motherboard.
*Pastikan VGA Card telah terpasang dengan benar pada motherboard, yang ditandai dengan telah terbenamnya seluruh bagian tembaga pada VGA card pada slot VGA.
3.JIka monitor masih tidak dapat menampilkan gambar, ada baiknya anda memasang monitor pada prosesor lain.
4. Jika monitor nyala di prosesor lain, berarti anda hasur mengganti VGA Card.
Banyak sekali kegunaan dari internet yang dapat anda rasakan manfaatnya. Anda bisa menambah ilmu dengan belajar, mendown-load lagu, video, bahkan bisa membaca koran dari internet. Namun, semua hal itu bukan berarti tidak mengandung resiko bagi anda. Bisa saja halaman website yang anda akses tersebut terserang cirus, dan jika mengakses dan mendowload apapun dari halaman tersebut, bisa saja dapat menginfeksi komputer anda.
Solusi dari masalah seperti ini sebenarnya tidak terlalu sulit untuk dilakukan. Ada beberapa hal yang biasa dilakukan untuk mencegah kom,puter terinfeksi dari hal-hal yang berbahaya;
1. Instal antivirus dan anti spyware pada komputer dan lakukan update secara teratur.
2. Jangan buka dan akses halaman website yang berbau pornografi.
3. Jangan download sembarangan.
4. Gunakan browser yang aman saat berselancar di internet(for example: Mozilla Firefox dan Opera).
5. Jangan memberikan password email pada orang terdekat sekalipun. Apalagi bagi anda yang sering bertransaksi di internet, baik membeli barang secara online dengan menggunakan fasilitas VCC(Virtual Credit Card) Ataupun Pay Pal.
(Source: Mulyono, Hasyim, ST, Buku Pintar Komputer, Jakarta : Kriya Pustaka,2008)
Dalam
kehidupan sehari-hari, kita pasti telah sering menemukan bahwa ilmu pasti,
khususnya Matematika dan berbagai cabang ilmu Matematika lainnya sangat banyak
digunakan manusia untuk membantu menyelesaikan suatu masalah. Mulai dari masalah kecil dantradisional, hingga
masalah besar dan modern.Seiring dengan perkembangan zaman, makamunculah cabang
matematika baru yang disebutdengan matematika diskrit. Perkembangan yangpesat dari ilmu
matematika diskrit ini berkaitanerat dengan perkembangan pesat dari duniakomputer digital,
karena komputer digitalbekerja secara diskrit. Perkembanganmatematika diskrit ini
juga diikuti denganperkembangan ilmu lainnya yang memakaimatematika diskrit
landasan ilmunya. Salahsatunya adalah ilmu kriptrografi yang memakaiteori bilangan bulat
sebagai landasan ilmunya.
Kriptografi ini adalah suatu cabang
ilmu yang digunakan untuk menjaga kerahasiaan pesan dengan cara menyamarkannya
dan menjadikan bentuk sandi yang tidak mempunyai makna. Apakah manfaat
kriptografi ini dalam kehidupan sehari-hari kita? Dan apa pula hubungan matematika
diskrit khususnya teori bilangan bulat dengan kriptografi? Dalam paparan di
bawah ini akan dijelaskan bahwa matematika diskrit khusunya teori bilangan
bulat memiliki hubungan yang sangat erat dengan ilmu kriptografi.
1.2 Masalah atau Topik Bahasan
1. Mengetahui apa dan bagaimana kriptografi ?
2. Mengetahui apa saja manfaat kriptografi dalam
kehidupan sehari-hari?
3. Mengetahui apa hubungan teori bilangan bulat dengan
kriptografi?
1.3Sistematika
Penulisan
Adapun sistematika penulisan makalah ini terdiri atas:
Bab 1
Pendahuluan
Bab ini terdiri atas:
Latar Belakang, yang berisi alasan mendasar
pemilihan topik. Dapat berupa paparan teoritis maupun paparan praktis,
tetapi tidak boleh melibatkan alasan yang bersifat pribadi atau alasan
subjektif.
Masalah atau topik bahasan, berisi intisari topik
yang ingin dibahas dengan menggunakan bahasa yang singkat dan jelas.
Sistematika Penulisan, berisi garis besar yaitu apa
yang ditulis mulai dari pendahuluan, isi, sampai penutup.
Tujuan Penulisan, berisi maksud tulisan, apa yang
ingin dicapai dan deskripsi sasaran penulisan.
Bab
II Pembahasan
Bab ini berisi penjelasan tentang
topik dan sub bagian dari topik dengan
menyertakan data-data pendukung dan
referensi.
Bab
III Penutup
Bab ini terdiri atas:
Kesimpulan, berisi intisari dari hasil pembahasan
dalam kalimat yang jelas..
Saran, berisi tentang rekomendasi atau tindak lanjut
kepada pihak-pihak terkait.
Daftar
Pustaka
Berisi catatan semua sumber yang dipergunakan dalam
menulis makalah.
1.4
Tujuan
Penulisan
Tujuan penulisan dari makalah ini adalah supaya
memberikan wawasan terhadap masing-masing individu ataupun suatu kelompok dalam
mempelajari, memahami tentang bagaimanakah Aplikasi Teori Bilangan Bulat dalam
Kriptografi sehingga dapat menerapkannya pada bidang tertentu.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1Matematika Diskrit dan Aplikasi Bilangan
Bulat
Matematika diskrit adalah cabang matematikayang mengkaji
objek-objek diskrit. Apa yangdimaksuddengan kata diskrit (discrete)?
Bendadisebut
diskrit jika ia terdiri dari sejumlahberhingga elemen yang berbeda atau elemen-elemen yang
tidak berkesinambungan. Himpunan bilangan bulat (integer) dipandangsebagai objek diskrit.
Lawan kata diskrit adalahkontinyu atau menerus. Himpunan bilangan riil(real) adalah suatu
objek kontinu. Di dalammatematika kita mengenal fungsi diskrit danfungsi kontinu. Fungsi
diskrit digambarkansebagai sekumpulan titik-titik, sedangkan fungsikontinu digambarkan
sebagai kurva.
Matematika diskrit berkembang sangat pesatdalam dekade terakhir
ini. Salah satu alasan yangmenyebabkan perkembangan pesat itu adalahkarena komputer
digital bekerja secara diskrit. Informasi yang disimpan dan dimanipulasi olehkomputer adalah dalam
bentuk diskrit.Materi yang ada dalam matematika diskrit adalahmateri yang khas informatika,
sehinggaterkadang matematika diskrit ini disebut jugamatematika
informatika. Salah satu materi didalam matematika diskrit ini adalah teoribilangan bulat.Sesuai dengan namanya,
teori bilangan bulatsangat erat hubungannya dengan bilangan bulat.Bilangan bulat itu
sendiri adalah bilangan yang tidak mempunyai pecahan desimal, misalnya adalah
2, 43, 566, -64, 0 dan sebagainnya. Teoribilangan bulat dalam
matematika diskritmemberikan penekanan dengan sifat pembagian.Sifat pembagian pada
bilangan bulat melahirkankonsep-konsep seperti bilangan prima danaritmatika modulo. Satu
algoritma penting yangberhubungan dengan sifat pembagian ini adalahalgoritma Euclidean. Baik
bilangan prima,aritmatika modulo, dan algoritma Euclideanmemainkan peran yang
penting dalam bidangilmu Kriptografi, yaitu ilmu yang mempelajarikerahasiaan pesan.
2.2 Pengertian Kriptografi
Aritmatika
modulo dan bilangan primamempunyai
banyak aplikasi dalam ilmukomputer
salah satu aplikasinya yang terpentingadalah
ilmu kriptografi.Kriptografi
(cryptography) berasal dari Bahasa Yunani:
“cryptós” artinya “secret” (rahasia), sedangkan “gráphein” artinya “writing”
(tulisan). Jadi, kriptografi berarti “secret writing” (tulisan rahasia). Ada
beberapa definisi kriptografi yang telah dikemukakan di dalam berbagai
literatur. Definisi yang dipakai di dalam buku-buku yang lama (sebelum tahun
1980-an) menyatakan bahwa kriptografi adalah ilmu dan seni untuk menjaga
kerahasian pesan dengan cara menyandikannya ke dalam bentuk yang tidak dapat
dimengerti lagi maknanya. Definisi ini mungkin cocok pada masa lalu di mana kriptografi
digunakan untuk keamanan komunikasi penting seperti komunikasi di kalangan
militer, diplomat, dan mata-mata. Namun saat ini kriptografi lebih dari sekadar
privacy, tetapi juga untuk tujuan
data integrity, authentication, dan non-repudiation. Definisi yang kita
pakai di dalam makalah ini mengutip definisi yang dikemukakan di dalam [SCH96]:
Kriptografi adalah ilmu dan seni untuk menjaga keamanan
pesan (Cryptography is the art and
science of keeping messages secure). Sebagai pembanding, selain definisi
tersebut di atas, terdapat pula definisi yang dikemukakan di dalam [MEN96]: Kriptografi
adalah ilmu yang mempelajari teknik-teknik matematika yang berhubungan dengan
aspek keamanan informasi seperti kerahasiaan, integritas data, serta otentikasi
Kata “seni” di dalam definisi di atas berasal dari fakta sejarah bahwa pada
masa-masa awal sejarah kriptografi, setiap orang mungkin mempunyai cara yang
unik untuk merahasiakan pesan. Cara-cara unik tersebut mungkin berbeda-beda
pada setiap pelaku kriptografi sehingga setiap cara menulis pesan rahasia pesan
mempunyai nilai estetika tersendiri sehingga kriptografi berkembang menjadi
sebuah seni merahasiakan pesan (kata “graphy” di dalam “cryptography” itu
sendiri sudah menyiratkan sebuah seni).
Kita akan melihat contoh-contoh teknik keriptografi dari
zaman dahulu hingga zaman sekarang sehingga kita dapat mamahami bahwa
kriptografi dapat dipandang sebagai sebuah seni merahasiakan pesan. Pada perkembangan
selanjutnya, kriptografi berkembang menjadi sebuah disiplin ilmu sendiri karena
teknik-teknik kriptografi dapat diformulasikan secara matematik sehingga menjadi
sebuah metode yang formal. Dalam kriptografi terdapat beberapa istilah khusus.
Pesan yang dirahasiakan dinamakan plainteks
(teks jelas dan dapat dimengerti),sedangkan pesan hasil penyamaran disebut chiperteks (teks tersandi). Proses
penyamaran dari plainteks ke chiperteks disebut enkripsi dan proses pembalikan
dari chiperteks ke plainteks disebut deskripsi. Enkripsi dan deskripsi pada suatu
proses penyamaran pesan memiliki suatu kunci tersendiri. Dan hanya orang yang
berhak yang mengetahui kunci tersebut.
2.3 Hubungan Teori Bilangan Bulat dengan
Kriptografi
Hubungan Teori Bilangan Bulat dengan Kriptografi Seperti
yang telah diungkapkan diatas bahwa kriptografi sangat erat hubungannya dengan matematika
diskrit terutama fungsi dan teori bilangan bulat yang berisi tentang.
-
Integer dan sifat-sifat pembagian
-
Algoritma Euclidean
-
Aritmetika modulo
-
Bilangan prima
Hal yang diungkapkan di atas sangat relevan karena saat
ini kriptografi modern tidak lagi mendasarkan kekuatan kriptografi pada algoritmanya.
Namun kriptografi saat ini mendasarkan kekuatan kriptografinya pada kunci. Sebelum
melangkah lebih jauh, alangkah lebih baiknya jika dijelaskan mengenai kekuatan kriptrografi
berdasarkan algoritma maupun kunci sebagai berikut. Algoritma kriptografi atau
chipper adalah fungsi matematika yang digunakan untuk enkripsi dan deskripsi. Kekuatan
suatu algoritma kriptografi diukur dari banyaknya kerja yang dibutuhkan untuk
memecahkan data chipperteks menjadi plainteksnya. Semakin banyak usaha yang diperlukan,
yang berarti semakin banyak waktu yang dubutuhkan, maka semakin kuat algoritma kriptografinya,
yang berarti semakin aman digunakan untuk menyandikan pesan.Jika kekuatan kriptografi ditentukan dengan menjaga
kerahasiaan algoritmanya, maka algoritma kriptografinya dinamakan algoritma restricted.
Misalkan di dalam sebuah kelompok orang mereka sepakat untuk menyandikan setiap
pesan-pesan dengan algoritma yang sama, Algoritmanya adalah mempertukarkan
setiap kata karakter pertama dengan karakter kedua, karakter ketiga dengan
karakter keempat dan seterusnya.
Contohnya,
Plainteks
: STRUKTUR DISKRIT
Chiperteks
: TSURTKRU IDKSIRT
Untuk mendeskripsikan pesan, algoritma yang sama digunakan
kembali. Sayangnya, algoritma restricted tidak cocok saat ini. Bila salah
seorang keluar dari kelompok, maka algoritma penyandian pesan harus diubah lagi
karena kerahasiaannya tidak lagi dapat diandalkan. Kriptografi modern tidak
lagi mendasarkan kekuatan pada algoritmanya. Jadi algoritma tidak lagi
dirahasiakan dan boleh diketahui oleh umum.
BAB III
PENUTUP
3.1Kesimpulan
Dari paparan di atas, kita dapat menyimpulkanbahwa
matematika diskrit khusunya teoribilangan bulat memiliki hubungan yang sangaterat
dengan ilmu kriptografi seperti yang telahdijelaskan di atas. Karena dalam dekade terakhirini
komputer digital yang bekerja secara diskritmengalami perkembangan yang sangat pesat,maka
matematika diskrit dan juga kriptrografijuga mengalami perkembangan yang pesat secaralangsung.
Ilmu kriptrografi yang saat ini erat hubungannyadengan
sistem komputer digital dalam menjagakeamanan dan privasi data, menjadi banyak kitatemukan
dalam kehidupan sehari-hari karenaperkembangan komputer digital itu sendiri.Boleh dikatakan bahwa kehidupan
manusia saatini
dikelilingi oleh kriptografi dan jugamatematika
diskrit.
3.2Saran
Penulis
menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini, untuk itu
penulis sangat menginginkan agar rekan-rekan mahasiswadapat meningkatkan motivasi dalam belajar
sehingga dapat berkomunikasi, berinteraksi, dan bersosialisasi dengan
intelektualitas yang tinggi dalam menjalani kehidupan bermasyarakat nantinya, mengembangkanilmu tersebut, terutama yang mengenai dengan Aplikasi Teori
Bilangan Bulat dalam Kriptografi.
Saat ini kita berada pada era informasi, di mana informasi memegang peranan pentingdalam aspek kehidupan. Siapa yang menguasai informasi maka ia yang memiliki peluang lebih dibandingkan yang tidak memiliki. Pemanfaatan informasi yang optimal dapat memberikan ide yang inovatif untuk pengembangan.
Perusahaan–perusahaan harus secara cepat bereaksi terhadap masalah dan kesempatan yang tumbuh dari lingkungan bisnis modern. Lingkungan bisnis modern merujuk pada kombinasi faktor sosial, legal, ekonomi, fisik, dan politik yang mempengaruhi aktivitas bisnis. Lingkungan bisnis pada zaman informasi menimbulkan banyak tekanan terhadap perusahaan. Organisasi bisa saja menanggapi secara reaktif terhadap tekanan yang memang sudah ada, atau proaktif terhadap tekanan–tekanan yang bisa diantisipasi. Tanggapan perusahaan biasanya difasilitasi oleh teknologi informasi, yang dalam artian luas adalah sekumpulan komponen–komponen teknologi individual yang biasanya diorganisasi oleh Sistem Informasi Berbasis Komputer (CBIS). Dalam beberapa kasus , TI adalah satu-satunya safusi untuk menangani tekanan–tekanan bisnis .
Banyak dari tanggapan-tanggapan organisasi yang difasilitasi atau ditingkatkan oleh teknologi informasi. Tanggapan–tanggapan utama antara lain ada 5 macam, yaitu sebagai berikut :
2.1.1Sistem Strategis
Organisasi mencari suatu implementasi sistem yang secara signifikan dapat
meningkatkan keberhasilan dan pertahanan dalam operasional organisasi.Sistem seperti ini akan memberikan keuntungan strategis untuk memenuhi kebutuhan, meningkatkan pangsa pasar, serta meningkatkan knalitas proses negosiasi dengan suplier, ataupun mencegah pesaing memasuki pasar mereka .
2.1.2Fokus pada Konsumen dan Layanan
Peningkatan kekuatan konsumen dan kompetisi dalam berbagai industri
mengharuskan organisasi untuk mengadopsi suatu pendekatan berorientasi konsumen, di mana perhatian harus lebih diberikan ke konsumen dalam memenuhi keinginan konsumen . Terkadang dalam hal ini memerlukan proses rekayasa ulang organisasi agar menjadi lebih baik dalam memanuhi keinginan konsumen. Hal ini dapat dilakukan sebagian dengan perubahan proses manufuktur produksi massal menjadi kustomisasi massal , di mana perusahaan menghasilkan sejumlah barang yang memenuhi keinginan konsumen melalui kustomisasi massal. Teknologi informasi dapat digunakan untuk mendukung proses kustomisasi massal tersebut .
2.1.3Usaha Peningkatan yang Berkelanjutan
Sebagai tanggapan terhadap tekanan bisnis , banyak lembaga yang menerapkan usaha yang berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitasnya. Produktivitas adalah rasio antara output dan input sehingga perusahaan dapat meningkatkan produktivitas dengan meningkatkan output, mengurangi biaya, meningkatkan output lebih cepat dari biaya, atau kombinasi keduanya. Teknologi informasi dapat digunakan secara ekstensif untuk peningkatan produktivitas maupun kualitas .
Salah satu usaha mengurangi biaya yang sudah sangat sukses dan diadopsi secara luas dalam industri manufuktur, yaitu pendekatan Just In Time ( JIT ). JIT berusaha mengurangi biaya dan meningkatkan aliran kerja dengan menjadwalkan material dan bagian produk ke workstation tepat waktunya .
Pendekatan lain yang sudah banyak digunakan sebagai peralatan peningkatan kinerja organisasi adalah Total Quality Management (TQK ), yaitu manajemen strategi pada keseluruhan elemen organisasi dengan memerhatikan kualitas. Implementasi teknologi informasi dalam perdekatan TQM adalah menyediakan fasilitas monitoring, pengumpulan, analisis data, dan pelaporan. TI juga dapat meningkatkan kecepatan inspeksi, kualitas pengujian, dan mengurangi biaya untuk melaksanakan aktivitas kendali kualitas sehingga pada akhirnya TI dapat membantu mengatasi masalah kualitas sebelum masalah tersebut muncul.
2.1.4Rekayasa Ulang Proses Bisnis
Terkadang kita dihadapkan pada keterbatasan efektivitas pendekatan peningkatan yang berkelanjutan terutama ketika menghadapi tekanan bisnis yang sangat kuat. Rekayasa ulang proses bisnis (Busines Process Reengineering) dapat digunakan untuk mengatasi keterbatasan tersebut. BPR memperkenalkan inovasi utama dalam sebuah struktur organisasi sehingga dapat memengaruhi bisnis. Pendekatan BPR ini dapat mengubah keseluruhan proses, teknologi, manusia, bahkan dimensi organisasi suatu lembaga.
2.1.5 Memperkuat Pekerja dan Mempercepat Kerja Kolaboratif
Ini merupakan pendekatan yang memberikan otoritas kepada pekerja untuk bertindak dan mengambil keputusan secara mandiri. Pendekatan ini telah digunakan secara luas dan merupakan bagian dari BPR. Manajemen mendelegasikan otoritas tim yang diarahkan secara langsung dalam menjalankan pekerjaan sehingga menjadi lebih cepat dan mengurangi keterlambatan yang biasanya mungkin muncul pada struktur organisasi tradisional. Pemanfaatan TI memungkinkan proses desentralisasi dan mekanisme kerja kolaboratif dalam pengambilan keputusan dan otoritas secara simultan dapat mendukung kendali sentralisasi.
2.2PENGERTIAN TEKNOLOGI INFORMASI
Menurut Information Technology Association of America (ITAA), teknologi
informasi adalah suatu studi, perancangan, pengembangan, implementasi, dukungan atau manajemen sistem informasi berbasis komputer, khususnya aplikasi perangkat lunak dan perangkat keras komputer. TI memanfaatkan komputer elektronik dan perangkat lunak computer untuk mengubah, menyimpan, melindungi, memproses, mentransmisikan, dan memperoleh informasi secara aman.
2.3PERLUNYA TEKNOLOGI INFORMASI
Teknologi informasi dewasa ini menjadi hal yang sangat penting karena sudah banyak organisasi yang diterapkan menerapkan teknologi informasi untuk mendukung kegiatan organisasi. Teknologi informasi diterapkan untuk pengelolaan informasi yang dewasa ini menjadi salah satu bagian penting karena :
a.Meningkatnya kompleksitas dari tugas manajemen,
b.Pengaruh ekonomi internasional (globalisasi),
c.Perlunya waktu tanggap (response time) yang lebih cepat,
d.Tekanan akibat dari persaingan bisnis.
2.4 SISTEM INFORMASI
Sistem informasi ini mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis,
menyebarkan informasi untuk tujuan tertentu. Seperti sistem lainnya, sebuah sistem informasi terdiri atas input (data, instruksi) dan output (laporan, kalkulasi). Sistem informasi memproses input dan menghasilkan output yang dikirim kepada pengguna atau sistem yang lainnya. Dalam mempelajari sistem informasi, perlu diketahui mengenai perbedaan data, informasi, dan pengetahuan.
Data adalah fakta dari sesuatu pernyataan yang berasal dari kenyataan, di mana pernyataan tersebut merupakan hasil pengukuran atau pengamatan. Contoh data antara lain saldo bank, atau jumlah jam pekerja yang bekerja dalam periode pembayaran.
Informasi adalah sekumpulan fakta (data) yang diorganisasikan dengan cara tertentu sehingga mereka mempunyai arti bagi si penerima. Sebagai contoh, apabila kita memasukkan nama-nama murid dengan nilai rata-rata, nama-nama konsumen dengan saldo bank, jumlah gaji dengan jumlah jam bekerja, kita akan mendapatkan informasi yang berguna. Dengan kata lain, informasi datang dari data yang akan diproses.
Pengetahuan terdiri atas informasi yang sudah diorganisasikan dan diproses untuk memperoleh pemahaman, pengalaman, pembelajaran yang terakumulasi sehingga dapat diaplikasikan dalam pemecahan masalah atau proses bisnis tertentu. Pengetahuan juga dapat diartikan sebagai informasi yang diproses untuk mengekstrak implikasi kritis dan merefleksikan pengalaman masa lampau yang menyediakan pengetahuan yang terorganisasi dengan nilai yang tinggi. Nilai ini bisa menghindari seorang manajer dari membuat kesalahan yang sama yang dilakukan oleh manajer lain sebelumnya.
2.4.1Sistem Informasi Berbasis Komputer
Sistem Informasi Berbasis Komputer atau Computer-based Information System
(CBIS) adalah sebuah sistem informasi yang menggunakan komputer dan teknologi telekomunikasi untuk melakukan tugas-tugas yang diinginkan.
Teknologi Informasi (TI) merupakan komponen tertentu pada sebuah sistem.
Namun, hanya sedikit teknologi informasi yang digunakan secara terpisah. Alangkah baiknya, apabila TI digunakan dengan cara efektif, yaitu ketika mereka dikombinasikan atau digabungkan ke dalam sistem informasi.
Komponen-komponen dasar dari sistem informasi antara lain sebagai berikut :
a. Hardware : kumpulan peralatan seperti processor, monitor, keyboard, dan printer yang menerima data dan informasi, memproses data tersebut dan menampilkan data tersebut.
b. Software : kumpulan program-program komputer yang memungkinkan hardware memproses data.
c. Database : sekumpulan file yang saling berhubungan dan terorganisasi atau kumpulan record-record yang menyimpan data dan hubungan diantaranya.
d. Network : sebuah sistem yang terhubung yang menunjang adanya pemakaian bersama sumber diantara komputer-komputer yang berbeda.
e. People : elemen yang paling penting dalam sistem informasi, termasuk orang-orang yang bekerja dengan sistem informasi atau menggunakan output-nya.
2.4.2Infrastruktur Informasi
Infrastruktur Informasi terdiri atas fasilitas-fasilitas fisik, layanan dan
manajemen yang mendukung semua sumber daya komputer dalam suatu organisasi. Terdapat lima komponen utama dari infrastruktur, yaitu sebagai berikut :
a.Hardware (perangkat keras).
b.Software (perangkat lunak).
c.Network (fasilitas jaringan dan komunikasi).
d.Database (basis data).
e.Information management personal (manajemen informasi personal).
2.4.3Arsitektur Informasi
Arsitektur Informasi berbeda dengan arsitektur komputer yang menggambarkan
kebutuhan perangkat keras dari sistem komputer. Arsitektur informasi adalah perencanaan kebutuhan informasi dalam organisasi dan bagaimana proses pemenuhan kebutuhan tersebut. Selain itu, dapat diartikan sebagai panduan terhadap pengoperasian dan cetak biru untuk masa depan organisasi.
Dalam mempersiapkan arsitektur informasi, perancang (designer) membutuhkan
informasi yang dapat dibagi atas dua bagian, yaitu :
a.Kebutuhan bisnis akan informasi.
b.Infrastruktur informasi yang telah ada dan yang direncanakan.
2.4.4 Kemampuan Sistem Informasi
Untuk bisa eksis dalam lingkungan bisnis modern, organisasi mengharapkan sistem informasi mereka mempunyai kemampuan yang hebat. Karena itu, sistem informasi harus mampu melakukan hal-hal berikut ini.
a.Menyediakan proses transaksi yang cepat dan akurat.
Setiap even yang muncul dalam sebuah bisnis disebut dengan transaksi.
Transaksi termasuk penjualan barang, pembayaran kredit, deposito bank, dan lain-lain. Setiap transaksi menghasilkan data yang harus ditangkap secara akurat dan cepat. Proses ini disebut transaksi, dan system informasi yang menangkap, merekam, menyimpan, dan meng-update data ini disebut system proses transaksi.
b.Menyediakan penyimpanan dengan kapasitas besar dan akses cepat terhadap penyimpanan ini. System informasi pun harus menyediakan, baik tempat penyimpanan yang memadai untuk data korporasi, juga akses yang cepat untuk data ini.
c.Menyediakan komunikasi yang cepat (mesin dengan mesin, manusia dengan manusia). Jaringan memungkinkan pekerja organisasi dan computer untuk berkomunikasi secara langsung di seluruh dunia. Jaringan dengan kapasitas bertransmisi yang tinggi (mempunyai bandwidth tinggi) memungkinkan melakukan komunikasi dengan cepat. Bandwidth yang besar tersebut memungkinkan proses transmisi data, suara, gambar, dokumen, dan video dengan gerakan penuh dilakukan secara simultan. Jaringan juga menyediakan akses yang langsung kepada pengambil keputusan sehingga mengurangi informasi yang berlebihan.
d.Mengurangi Informasi yang berlebihan. Adanya dukungan isstem jaringan computer pada pengelolaan system informasi maka akan memungkinkan mendapatkan informasi yang berlebihan sehingga untuk mengatasinya perlu suatu rancangan system informasi yang dapat menyaring informasi ataupun membentuk mode generelisasi sehingga memudahkan manejer dalam mengambil keputusan secara efektif dan efesien.
e.Span boundaries. Sistem informasi dapat menghilangkan batasan-batasan dalam organisasi dan juga antar organisasi dalaam sebuah rantai permintaan. Dalam organisasi, boundary spanning memfasilitasi pengambilan keputusan antara area fungsional, rekayasa proses bisnis, dan komunikasi. Sepanjang rantai permintaan, boundary spanning memfasilitasi untuk mempersingkat waktu dalam penerimaan barang, mengurangi persediaan barang, dan meningkatkan kepuasan konsumen.
f.Menyediakan penunjang dalam pengambilan keputusan. Sistem penunjang keputusan membantu keputusan dalam sebuah organisasi dan pada semua level organisasi. Pegawai pada level organisasi yang lebih rendah mempunyai otoritas dan tanggung jawab untuk membuat keputusan yang lebih banyak dan lebih besar dari level sebelumnya.
g.Menyediakan senjata kompetitif. Sekarang ini, sistem informasi dipandang sebagai pusat keuntungan dan diharapkan memberikan kepada organisasi keuntungan untuk mengatasi masalah pesaing. Sstem informasi dihubungkan sepanjang rantai permintaan untuk memberikan keuntungan-keuntungan yang kompetitif kepada organisasi yang terjaring.
2.5PRINSIP DAN TUJUAN TEKNOLOGI INFORMASI
Prinsip adalah sebuah aturan yang mendasar, garis besar/acuan, atau ide motivasi, yang diaplikasikan pada sebuah situasi, untuk menghasilkan sesuatu yang diharapkan.
Tujuan Teknologi Informasi (TI) adalah untuk memecahkan masalah, membuka kreativitas, dan meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam melakukan pekerjaan.
Prinsip “High-Tech-High-touch,” yaitu semakin anda bergantung pada teknologi maju, seperti TI, maka semakin penting untuk mempertimbangkan aspek “High-Touch,” yaitu sisi manusianya.
Aspek yang ditekankan adalah kita harus selalu menyesuaikan TI terhadap manusia daripada meminta manusia untuk menyesuaikan dirinya dengan TI.
2.6 FUNGSI TEKNOLOGI INFORMASI
Ada enam fungsi dari teknologi informasi, yaitu sebagai berikut.
1.Menangkap (Capture)
2.Mengolah (Processing)
Mengkompilasikan catatan rinci dari aktivitas, misalnya menerima input dari keyboard, scanner, mic, dan sebagainya.
Mengolah/memproses data masuk yang diterima untuk menjadi informasi. Pengolahan/pemprosesan data dapat berupa konversi (pengubahan data ke bentuk lain), analisis (analisisis kondisi), perhitungan (kalkulus), sintesis (penggabungan) segala bentuk data dan informasi.
a.Data processing, memproses dan mengolah data menjadi suatu informatika.
b.Information processing, suatu aktivitas komputer yang memproses dan mengolah suatu tipe/bentuk dari informasi dan mengubahnya menjadi tipe/bentuk yang lain dari informasi.
c.Multimedia system, suatu sistem computer yang dapat memproses berbagai/bentuk dari informasi secara bersamaan (simultan).
3.Menghasilkan (Generating)
Menghasilkan atau mengorganisasikan informasi ke dalam bentuk yang berguna. Misalnya laporan, table, grafik, dan sebagainya.
4.Menyimpan (Storage)
Merekam atau menyimpan data dan informasi dalam suatu media yang dapat digunakan untuk keperluan lainya. Misalnya disimpan ke harddisk, tape, compact disc (CD), dan sebagainya.
5.Mencari kembali (Retrival)
Menelusuri, mendapatkan kembali informasi atau menyalin (copy) data informasi yang sudah tersimpan, misalnya mencari supplier yang sudah lunas, dan sebagainya.
6.Transmisi (Transmission)
Mengirim data dan informasi dari suatu lokasi ke lokasi lain melalui jaringan computer. Misalnya mengirimkan data penjualan dari user A ke user lainnya, dan sebagainya.
2.7 KEUNTUNGAN PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI
Berikut adalah keuntungan dari penerapan teknologi informasi.
1.Kecepatan (Speed)
Komputer dapat mengerjakan sesuatu perhitungan yang kompleks dalam hitungan detik, sangat cepat, jauh lebih cepat dari yang dapat dikerjakan oleh manusia.
2.Konsistensi ( Consistency)
Hasil pengolahan lebih konsisten tidak berubah-ubah karena formatnya (bentuknya) sudah standar,walaupun dilakukan berulang kali, sedangkan manusia sulit menghasilkan yang persis sama.
3.Ketepatan (precision)
Komputer tidak hanya cepat, tetapi juga lebih akurat dan tepat (presisi). Komputer dapat mendeteksi suatu perbedaan yang sangat kecil,yang tidak dapat dilihat dengan kemampuan manusia, dan juga dapat melakukan perhitungan yang sulit.
4.Keandalan (Reliability)
Apa yang dihasilkan lebih dapat dipercayakan dibandingkan dengan dilakukan oleh manusia. Kesalahan yang terjadi lebih kecil kemungkinannya jika menggunakan komputer.
2.8PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI
Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi informasi sangat mempengaruhi teknologi komunikasi. Teknologi informasi dan komunikasi seakan-akan tidak dapat dipisahkan, sehingga lahirlah istilah TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) yang sangat populer sekarang ini. Perpaduan keduanya semakin berkembang cepat dengan adanya media internet. Teknologi internet telah merubah cara orang berkomunikasi. Teknologi informasi dan komunikasi merupakan elemen penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Peranan teknologi informasi pada aktivitas manusia pada saat ini memang begitu besar. Teknologi informasi telah menjadi fasilitas utama bagi kegiatan berbagai sektor kehidupan dimana memberikan andil besar terhadap perubahan-perubahan yang mendasar pada struktur operasi dan manajemen organisasi, pendidikan, transportasi, kesehatan dan penelitian. Oleh karena itu sangatlah penting peningkatan kemampuan sumber daya manusia, mulai dari keterampilan dan pengetahuan, perencanaan, pengoperasian, perawatan dan pengawasan, serta peningkatan kemampuan TIK para pimpinan di lembaga pemerintahan, pendidikan, perusahan, UKM (Usaha Kecil Menengah) dan LSM. Sehingga pada akhirnya akan dihasilkan output yang sangat bermanfaat baik bagi manusia sebagai individu itu sendiri maupun bagi semua sektor kehidupan.
Email, merupakan kunci utama perubahan cara berkomunikasi. Dengan hanya mempunyai satu alamat email, kita dapat mengikuti berbagai model komunikasi yang ada di Internet. Beberapa model komunikasi itu, diantaranya :
a.Forum
b.Milis/Group
c.Situs jejaring sosial
d.Blog
e.Situs sharing file
f.E-learning menggunakan teleconference
Peningkatan kualitas hidup semakin menuntut manusia untuk melakukan berbagai aktifitas yang dibutuhkan dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya. Teknologi informasi dan komunikasi yang perkembangannya begitu cepat secara tidak langsung mengharuskan manusia untuk menggunakannya dalam segala aktivitas. Beberapa penerapan dari teknologi informasi dan komunikasi antara lain dalam perusahaan, dunia bisnis, sector perbankan, pendidikan, dan kesehatan.
2.8.1 Penerapan Teknologi Informasi dalam Perusahaan
Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi banyak digunakan para usahawan. Kebutuhan efisiensi waktu dan biaya menyebabkan setiap pelaku usaha merasa perlu menerapkan teknologi informasi dalam lingkungan kerja.
Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi menyebabkan perubahan pada kebiasaan kerja. Misalnya penerapan Enterprice Resource Planning (ERP). ERP adalah salahsatu aplikasi perangkat lunak yang mencakup sistem manajemen dalam perusahaan.
2.8.2 Penerapan Teknologi Informasi dalam Dunia Bisnis
Dalam dunia bisnis, Teknologi Informasi dan Komunikasi dimanfaatkan untuk perdagangan secara elektronik atau dikenal sebagai E-Commerce. E-Commerce adalah perdagangan menggunakan jaringan komunikasi internet.
2.8.3 Penerapan Teknologi Informasi dalam Perbankan
Dalam dunia perbankan, Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah diterapkannya transaksi perbankan lewat internet atau dikenal dengan Internet Banking. Beberapa transaksi yang dapat dilakukan melalui Internet Banking antara lain transfer uang, pengecekan saldo, pemindahbukuan, pembayaran tagihan, dan informasi rekening.
2.8.4Penerapan Teknologi Informasi dalam Pendidikan
Teknologi pembelajaran terus mengalami perkembangan seiring perkembangan zaman. Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari sering dijumpai kombinasi teknologi audio/data, video/data, audio/video, dan internet. Internet merupakan alat komunikasi yang murah dimana memungkinkan terjadinya interaksi antara dua orangatau lebih. Kemampuan dan karakteristik internet memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar jarak jauh (E-Learning) menjadi lebih efektif dan efisien sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih baik.
2.8.5Penerapan Teknologi Informasi dalam Kesehatan
Sistem berbasis kartu cerdas (Smart Card) dapat digunakan juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien yang data ke rumah sakit karena dalam kartu tersebut para juru medis dapat mengetahui riwayat penyakit pasien. Digunakannya robot untuk membantu proses operasi pembedahan serta penggunaan computer hasil pencitraan tiga dimensi untuk menunjukkan letak tumor dalam tubuh pasien.
Boleh diakui masyarakat masa kini tidak bisa lepas dari internet. Internet bisa menguntungkan namun terkadang bisa juga merugikan. Empat puluh tahun sejak ditemukan internet terus berevolusi.
Selain mendapat keunggulan lebih cepat, lama penyimpanannya dan luas sebarannya tidak dapat dipungkiri juga terdapat kelemahan dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, diantaranya lemah dari sisi keamanan, kelemahan terbesar internet saat ini adalah kurang mapannya teknik manajemen jaringan. Itu sebabnya, salah satu lembaga bernama National Science Foundation berambisi dalam membuat perangkat manajemen jaringan terbaru. Dengan perangkat ini sistem reboot, pengumpulan data dan tugas lainnya bisa dilakukan secara otomatis.